Aug 19, 2013

sakit kepala berbau rindu (:

katakan pada bintang, aku telah jatuh hati pada penciptanya. Allah, Allah, bisa kau dengar beritaku hari ini. Kepalaku bengal, jiwaku sengal. Temani aku malam ini. Lewat hari-hari. Agar bisa aku tempuh tanpa rasa gugup pada dunia. Ku lapangkan pintu hati yang kuncinya sudah padamu. Berumahlah di sini. Ku mohon kau sudi. Aku sedang kentalkan diri buat mensuci hati yang setiap kali, tersadung lagi dan lagi. Andai aku seorang penagih. Biarlah kamu yang kutagihkan. Yang beri aku rasa nafas. Agar aku bisa terus menafikan adanya aku, kerna yang ada cuma kamu. Hatiku. Pantaskan, tenangku kamu. Ributku kamu. Solatku kamu. Ibadahku kamu. Hidupku kamu. Matiku kamu. Usai itu, aku tak lagi aku. Sebab dalam kabur, fitrah ini memang puasnya cuma denganmu. Pada perit yang mencengkam kepala. Aku benar-benar harap ia kafarah dosa yang takkan cukup bilang pasir buih. Sebab aku pasti kan malu, kerna syurga tanpa tanda harga itu andai ku jejak. Hanya dengan tiket rahmatmu.



Rahmatmu.